ONEXOX

Luahan sayu kehilangan seseorang...

on Thursday, May 7, 2015



" Look. Medic student final year, from University Moscow, Rusia. She have 2 months left for finished her study and planning to get married with someone (doctor), on August this Year. "

" What. Really ? Masya-Allah Hu Ya Allah. 2 months left ? Allah Allah. . "
Saya tundukkan kepala. Diam dan terus diam. Sebak.

" Yes really. Can you imagine that? It's not easy, there is one reality that I have always been scared of, scared to talk about, scared even to thinking about. "
Dia turut tundukkan sedikit wajah, seperti ada mutiara jernih yang mula membasahi pipinya.

Tiba-tiba saya teringat perbualan beberapa bulan, minggu, hari lepas about mereka yang berada di sekeliling saya.

#1 " Kak Hassanah kenal student Medic ni ? (sambil bagi link fb kepada saya). Ni Student University Alex Mesir. Namanya Ummi, dia kemalangan ketika dalam perjalanan ke lapangan terbang nak balik Malaysia. Rapat juga dengan kakak tu, selalu chat, kalau tak silap dia nak engaged masa balik tanah air tu. Tapi Allah sayang dia. "

" Allahu Akbar, Ya Allah. . Allah. "

#2 " Saya terima berita itu, saat bersama seorang sahabat.
"Ingat tak akhi Makhzani, yang pernah sekali dengan akhi Hakimi dulu, kenal kan?"
Saya cuba ingat semula siapa orangnya.

"Oh kenal lah, kenapa?"

"Zaujah dia baru meninggal."
Eh, tersentak saya. Hampir tidak percaya.

"Really? Allahu, Innalillah wa inna ilaihi rojiun.."
Sejujurnya saya tidak kenal isterinya, tapi saya ingat beliau melangsungkan pernikahannya hujung tahun lepas. Dan hanya sempat berbulan madu dengan Zaujahnya selama 2 minggu di Malaysia. Setelah itu, akhi Makhzani meneruskan perjuangan menuntut ilmu di Mesir.

#3 "Tahu tidak Nurdina Assanah,? "

" Macam pernah dengar. Why ? "

" Pelajar final year accounting daripada University of Bristol, telah kehilangan ayah, ibu dan abangnya yang terlibat dalam kemalangan jalan raya di Sungai Buloh.
Now dia dalam perjalanan pulang ke Malaysia. "

" What ? Ayah ? Ibu ? Abang ? Allah. . Allah. . Allah. ."
Saya kaku, membayangkan saya berada di situasi tersebut.

" Ya, dina kehilangan ayah, ibu dan abang sekaligus. Dina baru beria nak kenalkan bakal zauj with her parent. But, Allah knows best. "

#4 Ketika itu seorang sahabat usrah membuat panggilan,
" Assalamualaikum, ingat kak Sha ? Kita pernah bermuamalah dengan dia last year. "

" Ohh. .ingat. ingat. . kenapa ni ? "

" Dia baru meninggal tadi, padahal baru 3 hari jadi isteri orang. Sakit. You know, dia meninggal dalam keadaan tangan masih berinai. Huhhh. "

" Allah. Allah. Allah. . .Innalillah wa inna ilaihi rojiun. "

And have more reality story yang saya tidak selitkan di sini.
Buat kamu yang sedang membaca, can you imagine that ? Please imagine now. Letaklah diri kalian di mana-mana situasi di atas. It's not easy and not easy !
Losing the people I depend on, losing the people I love. Ya Allah. .
Air mata ini berderai saat menaip coretan ini. Dear all, Sometimes, Allah breaks our spirit to save our soul. He breaks our heart to make us whole. He sends us pain so we can be stronger. He sends us failure to make us humbler. He sends us illness so we remember Him . Sometimes, Allah takes everything away from us so we can learn the value of everything He's given us. Believe, that Allah knows what’s best for us. And finally, in the end we can say alhamdulillah for all His blessings in our life. I've written about this same thing a lot of times already, but yeah, this is me reminding myself in case I forgot.

Remember,
MATI bukan 'gurau'.

Sumber

PERINGATAN: AANS tidak bertanggungjawab terhadap komen yang diutarakan dalam laman ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri

Ranking: 5

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

 
© AANS BLOG All Rights Reserved