ONEXOX

'NAK SAMAN MALU? SILAKAN'

on Tuesday, July 21, 2015



Bagus juga kenyataan saya di pagi raya kedua itu menjadi viral. Paling tidak, dapat menyedarkan diri segelintir manusia yang tak reti-reti bahasa dan tidak bertanggungjawab terhadap ahli keluarga lain yang berusaha, sedangkan mereka-mereka ini hanya berpeluk tubuh dan cuma tahu nak mengisi tembolok sendiri!

Sepatutnya, bila orang tua membebel, itu untuk kebaikan sendiri dan juga masyarakat supaya kita ini belajar berdisplin dan menghormati orang lain. Akan tetapi... hi, kita pula yang dipersalahkan dan nak disaman malu? Silakan.

Dasar manusia yang seumpama ' kacang yang lupakan kulit' ini yang sama samakan juga dengan peribahasa orang tua-tua bak kata ibu saya sendiri, 'kita beri dia makan, digigitnya balik'.

Saya sudah pun beritahu dia at time beri makan anjing, itu pun masih lagi baik dan menghormati tuannya. Sudahlah balik satu sen pun tak contribute apa-apa, saya juga yang beri ibu saya duit untuk feed him too among my other family. Takkanlah nak suruh membantu dan bangun awal pun kita disalakkan balik?

Masih nak menegakkan benang yang basah itu juga dan jadi batu api to instigate all my nephew dan nieces yang berleterkan itu. Fitnah cerita diia penat seharian memberi makan kepadap eminat saya as all my other nephews were doing it outside the porch while dia kepalanya yang buka kedai kopi dan menghadap kaca televisyen siang dan malam.

Dalam Instagram pun saya sudah jelaskan memang saya tak masak lauk pauk hari raya as after doing it so many yeras. This last few years I left to my sisters and in law serta nieces pun. Dia burukkan saya kononnya saya kata saya yang masak?

Nampak sangat hati dia yang jahat. Saya bakar cakes 2 hari and I am the Bank Negara which each raya to provide the money to belanja hari raya for my fans and family. Sudahlah segala mencekik dia itu kita yang menanggung, kita pula yang dipersalahkan bila disuruh bekerja.

Tebal muka boleh balik lagi ke rumah pula tu! Sejujur-jujurnya, both my mother and my sisters semua memang marahkan dia dan egur sikap biadab dia to me and even my mother. Sudahlah universiti drop out with his probelms, kita juga yang dipersalahkan. Biarlah si luncai itu terjun dengan labu-labunya. My update sebut nama atau tunjuk muka dia pun tidak, tiba-tiba dia terasa pedasnya pula!

Every year my mother would asked me if I was going to cook for hari raya. Lazimnya petang raya, I would either organised a BBQ party for my family or at time masak untuk hari raya, Nasi Beriani, Bukhari dan Kuzi Ayam. Tapi this last three years I told my sisters since they want to cook Soto and Lonting, biarkanlah mereka masak, emak dengan anak-anak mereka. Let's not waste by having too much food at the table.

Both my sisters Rohana and Rohaya also contributed to buy some of the ingredients to prepare their Soto dan Lontong while I gave my mother RM3,000 to cover the other food expenses.

Semua dah besar panjang, takkan dari kecil sampai dah kahwin pun Pak Long dan tua ini pun nak ke dapur siang dan malam?

My sisters tolong tu pun saya hadiahkan kain-kain baju almost each Raya except this year.

Instead this year, my sister Rohana itu pun saya bagi cash RM300 sebagai sagu hati dulu semalam sebelum saya balik, sebagai upah masak lagi as she head the kitchen. How common is this stories to so many of us having to deal with all this lazy people yang suka menyalahkan orang lain?

Apabila kita nak menegur sikap mereka ini, pasti ada sahaja alasan mereka penat melayan peminat sehingga malam konon. Padahal apa yang dia ceritakan to the press adalah bohong! Patulah kena maki dengan saya sejak kecil sampai ke tua. Perangai pemalas itu tak ubah-ubah dan suka curi tulang.

Our open house never open after 6 PM pun! So what he just told the press were all lies. Tanyalah my mother or my sisters usually malam we all rest. So his claimed nak bangun lewat konon kerja sampai malam dan saya mengaku saya masak pada tetamu itu adalah pembohongan besar dan fitnah! Infact, tanyalah fans I yang datang ke Sungai Koyan itu, ramai yang tanya, "Chef Wan masak ke?"

Saya jawab 'No la, my sister dan anak buat Soto dan Lontong itu,".

Apa nak malu? Bukan saya tak tahu nak masak semua itu pun dan tak ada sebab saya nak mengaku saya masaknya pun!

You, yourself can see and have read my honest update pun. How stupid he is to inform all the press konon nak memburkkan nama saya, di akhirnya membuka pekung di dada sendiri!

Apabila kita manusia yang tinggal sebumbung atau pun as a masyarakat it is very importan to also respect others and contribute to one another need. Sedih melihat segelintir masyarakat kita yang berfikiran negative.

Bila ditegur, mulalah menuduh kita ini mengaibkan keluarga sendiri. Cubalah tegur depan-depan dan baik-baik (how bodoh manusia ini tak pandai membaca ke yang saya dah katakan ditegur dari kecil sampai besar dan perangai itu tak juga berubah.).

These people rather sweep all this problem underneath the carpet then address the issue secara jujur konon tak nak dengar ini semua. Bila dah bernanah dan berkudis esok, barulah mereka start pointing fingers balik among themselves.

How to you change societies if mind set jika sikit-sikit tak nak aibkan keluarga? Anak dan bapak r0g0l anak pun emak masih boleh berdiam diri kononnya nak menjaga maruah keluarga, CHOI! Buat sueh simpan manusia macam ini dalam rumah! Tak kena batang hidung sendiri senang saja menjadi keyboard warrior. Like we value their shallow opinion itu!

Instead of taking my advice, they don't around to get personal and attack me on the social media!. Macamlah what they say itu akan berkudis pada diri saya. When you are telling the truth and wants to change the public attitude and perception, naturally you will have to face all this 'same species' of manusia that will try to defend their own weaknesses. So typical.

Menyalahlah kau orang itu semua pun saya tak kisah. Yang salah itu tetap salah. This is Allah law that when you lived in the same house with another human being learn to exercise compassion and empathy for others instead of always taking advantage of other people generosity and kindness and become selfish!

A fine lesson that one must learn from all this is, "you never bites the hand that feed you and your family!".

Never! Don't tell me I have no right to share this life history in public! You are not in my shoes having to deal with all this parasite to begin with! If I was to host my own talkshow on TV, I would have brought up this same stories to wake the society out there too! Guru sekolah tak ajar?

Sumber

PERINGATAN: AANS tidak bertanggungjawab terhadap komen yang diutarakan dalam laman ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri

Ranking: 5

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

 
© AANS BLOG All Rights Reserved